Kesehatan dan konsentrasi belajar siswa sangat dipengaruhi oleh pola makan, terutama asupan nutrisi di pagi hari. Menyadari banyaknya siswa yang sering melewatkan sarapan atau mengonsumsi makanan instan yang kurang bergizi, SMPN 1 Bobotsari berinisiatif menghadirkan program Cooking Class bagi para pelajarnya. Program ini bukan sekadar kursus memasak biasa, melainkan sebuah gerakan edukasi gizi praktis yang fokus pada pembuatan menu sarapan sehat dengan biaya yang sangat terjangkau, yakni maksimal 10 ribu rupiah per porsi. Melalui kegiatan ini, siswa diajarkan untuk mandiri dan memahami bahwa hidup sehat tidak harus mahal.
Pembelajaran dalam Cooking Class dimulai dengan pengenalan bahan-bahan pangan lokal yang mudah ditemukan di pasar tradisional sekitar Bobotsari. Siswa diberikan pengetahuan tentang kandungan gizi dalam sayuran, telur, dan sumber protein nabati seperti tempe dan tahu. Instruktur atau guru pembimbing memberikan tantangan kepada siswa untuk menyusun menu yang memenuhi kriteria gizi seimbang—mengandung karbohidrat, protein, dan serat—namun tetap masuk dalam anggaran yang telah ditentukan. Hal ini secara tidak langsung melatih kemampuan manajemen keuangan siswa sejak dini, di mana mereka harus memutar otak agar uang saku yang terbatas bisa menghasilkan hidangan yang berkualitas.
Dalam sesi praktik, siswa SMPN 1 Bobotsari belajar berbagai teknik memasak dasar yang efisien waktu, mengingat sarapan harus disiapkan dengan cepat sebelum berangkat sekolah. Menu-menu seperti nasi gila sayuran, omelet sayur pelangi, hingga sandwich tempe menjadi favorit dalam sesi Cooking Class tersebut. Para siswa tampak antusias ketika mengetahui bahwa dengan modal tidak sampai 10 ribu rupiah, mereka bisa menciptakan makanan yang jauh lebih enak dan mengenyangkan daripada jajanan di pinggir jalan. Keterampilan ini sangat penting untuk membentuk kemandirian siswa, sehingga mereka tidak lagi bergantung sepenuhnya pada orang tua atau makanan cepat saji untuk urusan perut.
Selain aspek teknis memasak, program Cooking Class ini juga menekankan pada pentingnya higienitas dalam pengolahan makanan. Siswa diajarkan cara mencuci bahan makanan yang benar, menjaga kebersihan alat masak, dan teknik penyimpanan bahan agar tidak mudah busuk. Pendidikan sanitasi ini merupakan bagian integral dari perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yang sedang digalakkan di lingkungan sekolah. Dengan memahami proses dari hulu ke hilir, siswa menjadi lebih menghargai makanan yang mereka konsumsi dan lebih selektif dalam memilih asupan bagi tubuh mereka sendiri.
